Femometer
Femometer

Kamu bisa menggunakan dengan kalender kesuburan dan kenali waktu ovulasi. Ibu hanya mengalami satu kali ovulasi dalam sekali siklus menstruasi. Ibu bisa mengenali waktu ovulasi dengan cara merekam suhu temperatur basal tubuh dan perubahan lendir vagina. Mencatat pola ini akan membantu mengetahui waktu perkiraan ovulasi. Saat ini juga tersedia ovulation predictor kit yang mengenali waktu ovulasi dari kadar hormon di urin atau perubahan kadar klorida saliva atau di kulit.

Mengenali perkiraan waktu ovulasi bisa digunakan untuk menentukan jadwal berhubungan seksual bersama suami sehingga kesempatan cepat hamil lebih besar. Jika jadwal menstruasi tidak teratur sebaiknya konsultasikan ke dokter, atau juga menggunakan alat pengukur suhu basal tubuh femometer.

Related image

Berhubungan seksual dengan waktu kalender kesuburan di masa subur akan meningkatkan kesempatan menginginkan kehamilan. Masa subur seorang wanita yaitu 3 hari sebelum ovulasi dan di hari terjadi ovulasi. Umur sel sperma sekitar 3 – 7 hari di dalam saluran reproduksi wanita. Umur sel ovum hanya sekitar 1 hari (12 – 24 jam) saja. Melakukan hubungan seksual pada dua hari sebelum terjadi ovulasi dan di hari terjadinya ovulasi. Melakukan hubungan seksual secara teratur setiap 2 – 3 hari sekali akan membantu memperbanyak kemungkinan untuk hamil.

Sperma yang prima akan bekerja dengan cepat tepat untuk membuahi sel telur sehingga jaga supaya sperma sehat, kuat dan produksinya berlimpah. Makan makanan bergizi seimbang untuk memenuhi kebutuhan energi, makronutrisi dan mikronutrisi. Jaga berat badan supaya sehat ideal terhadap tinggi badan.

Hindari rokok, NAPZA dan alkohol. Jangan berendam air panas atau sauna sebab testis bekerja baik pada suhu 34-35°C. Sperma membutuhkan waktu untuk perbaikan. Perubahan gaya hidup sekarang akan berkontribusi untuk kualitas sperma 3 bulan ke depan, untuk perempuan pastikan mengukur suhu basal tubuh dengan femometer.

Berdoa dengan tulus ikhlas, Terus panjatkan doa dengan tulus ikhlas. Percaya bahwa Allah akan Memberikan rezeki anak pada saat yang tepat. Hal ini akan membantu tetap gembira, rileks serta jauh dari tekanan stress negatif. Stres psikologis juga beban pikiran akan mempengaruhi hasrat seksual serta relasi hubungan dengan pasangan sehingga semakin menyulitkan usaha menginginkan kehamilan kamu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here